Asosiasi Perusahaan dan Konsultan Telematika Indonesia

Memuat...

Kamis, 02 Maret 2017

Keuangan Syariah Diminta Terapkan Fintech

JAKARTA, ASPEKTI- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendesak keuangan syariah untuk segera memanfaatkan financial technology (fintech) seperti halnya perbankan konvensional. 

"Saya sarankan untuk masuk ke financial technology dengan dengan akuisisi atau kerjasama, karena hal ini tidak bisa dihindari. Cepat atau lambatnya (penerapan itu) hanya bergantung pada regulator," kata dia pada Acara 4th Sharia Society Gathering di Pullman Hotel, Jakarta, Rabu (1/3/2017) malam seperti dikutip dari laman resmi Kemenkominfo.

Pemanfaatan fintech bagi keuangan syariah, menurut Menteri, akan bergantung pada dua lembaga keuangan, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), namun ia menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi tidak bisa dihindari dalam industi keuangan, termasuk oleh lembaga keuangan syariah.

"Kita harus melihat reposisi ICT sebagai enabler perubahan tatanan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah mendukung semua perubahan, termasuk sektor transportasi online seperti Gojek, Grab dan Uber karena menjadi enabler pertumbuhan aktivitas ekonomi di masyarakat," katanya.

Pada akhir sambutannya, Rudiantara mengajak semua untuk mengembangkan fintech untuk meningkatkan financial inclusion terutama di sektor syariah.

Fintech sendiri oleh Direktur Utama Askrindo Pribadi sering dianalogikan dengan perusahaan start-up. 

"Yang saya amati, fintech belum disertai kosakata syariah. Selama ini perbankan konvensional yang terlibat dengan fintech. Untuk itu syariah ingin membuka terobosan pada teknologi digital dalam pemanfaatan fintech," ujar Pribadi. (man)

Berita ini dapat dibaca di http://aspekti.org/
Share:

Kunjungan Raja Salman Dorong Penguatan Rupiah

JAKARTA, ASPEKTI- Kurs rupiah atas dolar AS berbalik menguat, Kamis (2/3/3017), setelah dibuka melemah di tengah menguatnya indeks dolar negeri Paman Sam.

Bloomberg melansir, rupiah dibuka turun 0,03% atau 4 poin ke 13.367/dolar AS dan kemudian bergerak mixed dalam kisaran sempit, sehingga berayun di antara zona penguatan dan pelemahan.

Pada pukul 09:45 WIB, rupiah terpantau menguat 0,02% atau 3 poin dan berada di 13.360/dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang yang menjadi rival utamanya (DXY), antara lain yen, euro dan poundsterling, dibuka naik 0,01% ke level 101,880 dari penutupan Selasa yang berada di level 101,780.

Indeks kemudian bergerak makin menguat, dan pada pukul 09:37 WIB terpantau berada di 101,920 karena naik 0,14%. 

Hans Kwee, Analis Investa Saran Mandiri, mengatakan, ada sejumlah sentimen positif yang menjadi pendorong penguatan rupiah, yakni pidato Presiden AS Donald Trump dimana ada tiga poin penting yang memberikan efek positif ke pasar.

Ketiganya adalah akan digelontorkannya dana sebesar US$1 triliun untuk belanja infrastruktur, kebijakan free trade yang diminta fair, hingga adanya reformasi imigran.

“Belanja infrastruktur tentu positif buat AS, kemudian untuk free trade, dia mengatakan tidak anti dengan free trade atau pasar, hanya strategi yang digunakan harus fair. Terakhir soal reformasi imigran, sebenarnya pada intinya positif untuk penduduk AS, meski kita tahu masalah besar di dunia adalah imigran dianggap merebut orang asli di sana,” kata dia seperti dilansirf bisnis.com.

Isu positif kedua pendorong rupiah adalah kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi yang dikabarkan akan berinvestasi di Indonesia, dan akan direalisasikan secara bertahap selama 5 tahun. 

"Secara umum, ini berdampak positif," tegasnya.

Rilis BPS tentang inflasi Februari yang rendah juga ikut penopang pergerakan rupiah, karena berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. (man)

Berita ini juga dapat dibaca di http://aspekti.org/
Share:

Rabu, 01 Maret 2017

7 Maret, IAI Gelar Sosialisasi IFRS 16 Leases

JAKARTA, ASPEKTI-  Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sebuah organisasi profesi berstandar global, akan menggelar sosialisasi International Financial Reporting Standards (IFRS) 16 Leases pekan depan.

"Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka menegakkan transparansi informasi laporan keuangan entitas di Indonesia, karena IAI mendukung penuh komitmen Indonesia atas program konvergensi IFRS ke Standar Akuntasi Keuangan (SAK)," ujar Direktur Eksekutif IAI Elly Zarni Husin seperti dikutip dari undangan yang diterima Kadin, Rabu (1/3/2017).

IFRS 16 Leases yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) pada awal 2016 akan mengubah secara substansial perlakuan akuntansi atas sewa karena model tunggal dalam IFRS 16 mensyaratkan kontrak yang memenuhi definisi sewa dalam IFRS 16 diperlakukan serupa dengan akuntansi untuk sewa pembiayaan dalam PSAK 30 Sewa (on balance sheet).

IFRS 16 yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2019 ini pada prinsipnya akan memberikan dampak pada seluruh entitas yang memiliki komitmen sewa.

Sosialisasi akan dilakukan pada:
Hari/tanggal : Selasa, 7 Maret 2017
Waktu         : 13.30 WIB - 15.30 WIB
Tempat      : Main Hall, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan.

Elly menjelaskan, sosialisasi ini juga dilakukan untuk meningkatkan awareness dan mendapat tanggapan awal dari entitas yang berpotensi terkena dampak atas penerbitan IFRS 16, karena Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) berencana mengadopsi IFRS 16 pada 2017 ini. (man)

Berita ini dapat dibaca di http://aspekti.org/
Share:

Luhut: Indonesia-Arab Saudi Teken 10 Kerja Sama

BANDUNG, ASPEKTI-  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan, terdapat 10 hal yang akan dikerjasamakan Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi, menyusul kedatangan Raja Salman bin Abdulazis Al Saud, Rabu (1/3/2017).

"Sekitar 10 perjanjian kerja sama yang akan kita tandatangani seperti kilang minyak, penerbangan, fuel (bahan bakar minyak), tol laut, pariwisata, dan lainnya," kata Luhut usai menjadi pembicara kuliah umum di ITB, Kota Bandung, seperti dilansir Antara.

Meski begitu Luhut belum bisa merinci berapa besaran nilai investasi di tiap daerah, meski dapat memastikan bahwa nilai investasi di tiap wilayah akan berbeda.

"Satu daerah bisa beberapa juta dolar. Kalau kilang minyak investasinya sampai enam miliar dolar," kata dia.

Menurutnya, jika kerajaan Arab Saudi dapat menanamkan investasinya di tiap provinsi dengan beragam pengembangan potensinya, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat dipastikan dapat meningkat.

"Jadi serapan tenaga kerjanya pasti banyak," kata dia.

Tiga wilayah yang sudah dipastikan mendapatkan proyek besar investasi dari kerajaan Arab Saudi adalah Bontang, Cilacap, dan Bangka Belitung.

"Kalau Jabar saya belum lihat, mungkin (investasi) Geothermal," kata dia.

Sementara itu Presiden Jokowi menyambut kedatangan Raja Salman yang tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017) sekitar pukul 12:30 WIB. Keduanya berjabat tangan dan terlihat berbincang hangat sebelum menuju kendaraan yang telah disiapkan di sekitar lokasi. 

Penyambutan ini tak berlangsung lama karena Presiden beserta rombongan langsung bergegas menuju Istana Kepresidenan Bogor guna mempersiapkan penyambutan kenegaraan untuk Raja Salman.

Melalui keterangan tertulisnya, Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mengatakan, kedatangan Raja Salman ini merupakan kunjungan yang dimaksudkan sebagai kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kerajaan Arab Saudi pada September 2015.

Kunjungan terakhir Raja Arab Saudi ke Indonesia terjadi pada 1970 atau 47 tahun yang lalu. Tak heran, kunjungan raja berjuluk Penjaga Dua Kota Suci itu disambut antusias.

Saat berkunjung ke Arab Saudi pada 2015, Jokowi mendapat perlakuan yang sama dari Raja Salman, yaitu dijemput langsung, bahkan hingga ke depan pintu Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. (man)

Berita ini dapat dibaca di http://aspekti.org//
Share:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terpopuler

Arsip

Pageview